Kota Batu, Jawa Timur Suara lantang penuh keyakinan seorang gadis kecil menggema di panggung megah Golden Age of Singhasari di Jawa Timur Park 3, Sabtu lalu. Dialah Qivellyn Zivanna Najwa Mahendra, atau akrab disapa Qivelyn, siswa muda dari Carabicara yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Sayembara Pemilihan Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Malang 2025.
Tak hanya tampil memukau di atas panggung, Qivelyn berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi sekaligus Best Advocacy dan Best Influencer. Prestasi yang membuktikan bahwa kemampuan berbicara bukan sekadar soal keberanian tampil, tetapi tentang bagaimana suara bisa membawa pesan yang berdampak. Perjalanan Qivelyn bukan tanpa proses. Di balik kepercayaan dirinya, ada pembinaan berkelanjutan melalui program pelatihan public speaking di Carabicara, lembaga pelatihan public speaking dan pengembangan diri yang dikenal berfokus pada pembentukan karakter percaya diri dan komunikatif baik anak remaja serta dewasa.
Melalui pendekatan game based learning yang interaktif, Carabicara membantu siswanya menemukan suara autentik mereka bukan hanya agar bisa berbicara di depan umum, tapi juga agar bisa menyampaikan gagasan dengan makna dan empati.
“Yang membuat saya bangga adalah Qivelyn bukan hanya berbicara dengan lancar, tapi dengan hati,Itulah yang membedakan pembicara hebat dari sekadar penghafal teks”
— Danar Indra, Founder & CEO Carabicara
Dalam kompetisi tersebut, Qivelyn memilih tema advokasi yang unik dan sarat nilai: Batik Ecoprint, teknik membatik ramah lingkungan yang menggunakan dedaunan dan pewarna alami. Dengan artikulasi yang jelas dan pembawaan yang memikat, Qivelyn menyampaikan pentingnya mengenalkan batik ecoprint sebagai warisan budaya yang bisa terus hidup selaras dengan alam dan zaman.
”Budaya adalah identitas kita. Kalau bukan kita yang merawatnya, siapa lagi?”
— Qivellyn Zivanna, Best Advocacy dan Best Influencer
Kalimat sederhana itu menjadi sorotan, dan sejak saat itu, Qivelyn bukan hanya dikenal sebagai finalis, tetapi juga sebagai duta muda yang membawa semangat baru bagi anak-anak Indonesia untuk berani bersuara.
Carabicara sendiri merupakan lembaga pelatihan public speaking dan pengembangan diri yang telah menjadi rujukan bagi siswa, mahasiswa, hingga profesional di berbagai daerah. Melalui kelas berbasis praktik nyata dan pendampingan personal, Carabicara berkomitmen mencetak generasi komunikator muda yang percaya diri, empatik, dan berdampak positif bagi lingkungannya.
Kisah Qivelyn menjadi salah satu bukti nyata bahwa pembelajaran berbicara di depan umum bukan hanya soal teknik berbicara, tetapi juga soal membangun karakter dan keberanian untuk membawa perubahan. generasi muda yang tahu bagaimana menggunakan suara dengan makna dan Carabicara hadir untuk memastikan semakin banyak Qivelyn lain yang berani bersuara, berbagi inspirasi, dan menginspirasi Indonesia.