Malang, 8 November 2025 Suasana hangat penuh semangat budaya terasa di Golden Age of Singhasari, Jawa Timur Park 3, saat ajang Sayembara Pemilihan Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Malang 2025 digelar. Dari puluhan peserta berbakat, satu nama bersinar yaitu Dahayu KDahayuda Labibah, atau akrab disapa Dahayu, yang berhasil meraih Wakil II Duta Kebudayaan Cilik Malang 2025, Best Influencer, sekaligus Puspa Cilik Terfavorit.
Perjalanan Dahayu menuju panggung kehormatan itu bukanlah hal yang mudah. Proses seleksi berlangsung selama beberapa pekan, dengan setiap tahap menguji kemampuan dan karakter para peserta.
“Setiap minggu ada capability yang harus kami kuasai sebagai syarat untuk bisa lanjut ke tahap berikutnya, Sebagai contoh, di pertemuan pertama kami harus menjalani wawancara seputar kebudayaan, kepribadian, kepemimpinan, dan organisasi. Di tahap berikutnya, kami diminta mempromosikan produk lokal seperti kerajinan tangan atau kuliner khas daerah. Dan seterusnya hingga tahap akhir.”
— Dahayu Kalinda, Duta Kebudayaan Remaja Malang 2025
Ketekunan dan semangat belajar membuat Alin tampil menonjol di setiap sesi. Ia tidak hanya menampilkan kemampuan berbicara yang matang, tetapi juga menunjukkan rasa cinta yang tulus terhadap budaya Malang.
“Rasanya sangat membahagiakan bisa mendapat gelar Wakil II Duta Kebudayaan Cilik Malang 2025. Dari awal hingga akhir seleksi, saya belajar banyak tentang arti bangga menjadi anak Malang dan mencintai budaya daerah sendiri. Pengalaman dan gelar ini menjadi bukti bahwa mencintai budaya dapat dimulai sejak dini. Kita, sebagai anak muda, punya peran penting untuk menjaga agar budaya tidak punah termakan zaman.”
— Dahayu Kalinda, Duta Kebudayaan Remaja Malang 2025
Kesuksesan Alin tak lepas dari peran pendampingan yang ia terima selama mengikuti program di Carabicara, lembaga pelatihan public speaking dan pengembangan diri yang berfokus pada pembentukan karakter percaya diri dan komunikatif bagi anak, remaja, serta dewasa. Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, Carabicara membantu setiap peserta menemukan potensi dan keberanian untuk tampil percaya diri di berbagai kesempatan.
”Kami sangat bangga atas prestasi Alin. Ia adalah contoh nyata bagaimana keterampilan komunikasi yang baik dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada dunia. Di Carabicara, kami percaya setiap anak memiliki potensi untuk bersinar bukan hanya dalam berbicara, tetapi juga dalam membawa nilai-nilai positif yang ia yakini.”
— Danar Indra, Founder & CEO Carabicara
Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar untuk memahami nilai-nilai budaya, membangun karakter, dan mengasah kemampuan komunikasi. Melalui sosok seperti Alin, semangat melestarikan budaya lokal tampil dengan cara yang modern, inspiratif, dan membanggakan.
Dengan prestasinya, Alin tidak hanya membawa pulang gelar, tetapi juga pesan penting: bahwa generasi muda bisa mencintai dan melestarikan budaya dengan cara yang kreatif, percaya diri, dan penuh semangat seperti yang selalu ditanamkan di Carabicara.