WARTAJATIM.CO.ID - Membangun komunikasi dalam keluarga bukan sekadar berbagi cerita, tetapi juga melatih anak untuk berani menyuarakan pikirannya dan orang tua untuk lebih mendengarkan. Di tengah derasnya arus digital, kemampuan ini menjadi kunci agar anak tetap percaya diri sekaligus dekat dengan keluarga.
Carabicara, startup edukasi komunikasi berbasis public speaking, terus konsisten menghadirkan inisiatif yang memberdayakan orang tua dan anak.
Acara ini menghadirkan Dian Widyahapsari, S.Psi, COO & Co-Founder perusahaan AI Digital Marketing sekaligus praktisi tumbuh kembang anak, serta Danar Indra, Founder & CEO Carabicara sekaligus pakar komunikasi.
”Anak-anak sekarang tumbuh dalam ekosistem digital yang serba instan. Justru di sinilah peran komunikasi orang tua menjadi kunci agar anak merasa didengar, diterima, dan mau terbuka,””
— Psikologi & Praktisi Tumbuh Kembang Anak, Dian Widyahapsari
Talkshow ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga memberikan tips praktis seperti teknik active listening, penggunaan pertanyaan terbuka, hingga mengatur waktu bersama keluarga tanpa distraksi gawai.
Sebagai tindak lanjut, pada 30 September 2025 Carabicara menghadirkan Kompetisi Storytelling bertajuk “Pahlawan yang Aku Panggil”. Ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk tampil percaya diri membawakan kisah pahlawan versi mereka sendiri, mulai dari tokoh nasional hingga sosok sederhana di sekitar mereka.
”Anak-anak sekarang tumbuh dalam ekosistem digital yang serba instan. Justru di sinilah peran komunikasi orang tua menjadi kunci agar anak merasa didengar, diterima, dan mau terbuka,””
— CEO Carabicara, Danar Indra
Lewat rangkaian kegiatan ini, Carabicara berharap dapat memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, sekaligus mempertegas visinya bahwa komunikasi adalah jembatan penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kecerdasan interpersonal, dan kedekatan emosional yang sehat. Filosofi Carabicara: #pintarsajatidakcukup.